Reses DPRD, Yayan Kulati Usulkan Pengaspalan Jalan Kebun dan Kesejahteraan Pemdes

Reses DPRD, Yayan Kulati Usulkan Pengaspalan Jalan Kebun dan Kesejahteraan Pemdes
Sangadi Nunuka Raya saat menyampaikan aspirasi dalam kegiatan Reses DPRD Bolsel, Rabu 16 Februari 2022. (Foto : Istimewa)

KORDINAT.ID – Kepala Desa (Sangadi) Nunuka Raya Yayan Kulati, mengusulkan Pengaspalan Jalan Kebun dan kesejahteraan Pemerintah Desa (Pemdes), dalam kegiatan Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Bolsel Dapil II, Rabu (16/2/2022), berlangsung di desa setempat.

Menurut Yayan, Jalan kebun merupakan faktor penunjang utama ekonomi. Sebab, mayoritas masyarakat Nunuka Raya mayoritas adalah petani.

“Semurah-murahnya hasil kebun “Pisang” misalnya, ketika pembeli langsung datang kelokasi pasti harganya bagus. Namun karena akses jalan tidak memungkinkan adalah kendala utama hasil kebun ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Sehingga saya berharap kepada anggota DPRD kiranya bisa mewujudkan keinginan kami masyarakat pengaspalan jalan kebun,” kata Yayan Kulati.

Advertisement
Reses DPRD, Yayan Kulati Usulkan Pengaspalan Jalan Kebun dan Kesejahteraan Pemdes
Suasana Pelaksanaan Reses

Selanjutnya, terkait usulan kesejahteraan Pemdes, Sangadi Nunuka Raya menyampaikan kiranya hal ini bisa diperhatikan dan diperjuangkan oleh para wakil rakyat dapil Tomini-Posigadan.

“Usulan terkait kesejahteraan ini kiranya bisa menjadi perhatian. Sebab, beban sosial Pemdes itu sangat berat,” ungkapnya.

Sementara itu, Menanggapi aspirasi masyarakat Kecamatan Tomini, Ketua Komisi II DPRD Bolsel Zulkarnain Kamaru, menyampaikan apa yang menjadi asprirasi masyarakat belum sepenuhnya bisa dipenuhi. Karena kita diperhadapkan dengan situasi yang sangat menyedihkan yaitu Pandemi Covid-19.

Advertisement
Reses DPRD, Yayan Kulati Usulkan Pengaspalan Jalan Kebun dan Kesejahteraan Pemdes
Ketua Komisi II DPRD Bolsel Zulkarnain Kamaru, menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat

Perlu diketahui, APBD Bolsel di Tahun 2022 kurang lebih 500 Miliar. APBD sudah ada porsi yang namanya mandatory spending yang bersifat wajib sebagai penyelenggara pemerintahan untuk mengalokasikan anggaran untuk Pendidikan 20%, Kesehatan 10%, APIP 1% dan Inprastruktur 45%.

Tak hanya itu, Ketua Banggar DPRD menjelaskan DAU tahun ini terpangkas 77 Miliar. Ini pergeseran yang sangat signifikan. DAK yang di Dinas PU yang setiap tahun berkisar di 50-60 Miliar itu terpangkas sehingga APBD Bolsel kurang lebih hampir 200 Miliar terpangkas.

“Tidak bisa dipungkiri apa yang menjadi keinginan bapak ibu sekalian itulah yang menjadi keinginan kita dan harapan bapak ibu juga adalah harapan kami,” ungkap Zulkarnain Kamaru.

Selain itu, Kamaru menyatakan aspirasi yang disampaiakan para Sangadi dan masyarakat akan di paripurnakan dan akan dijadikan pokok-pokok pikiran dari anggota DPR yang kemudian akan disampaikan ke dinas terkait.

“Pada prinsipnya semua aspirasi dan keluhan bapak ibu masyarakat semuanya akan dikawal,” tutup ZK sapaan akrabnya.

Diketahui, Reses tersebut dihadiri Camat Tomini Abidin Patilima, Wakil Ketua DPRD Bolsel Hartina Badu, jajaran anggota DPRD, diantaranya;  Harson Mooduto, Nelly Kasiardja, Jelfi Djauhari dan Obin Pakaya serta Sangadi se-Kecmatan Tomini.

Ichal/Advertorial
Advertisement

Advertisement

Komentar Facebook
Bagikan Berita ini

Baca Juga

Fraksi Tri Sakti Bolsel Ikut Bimtek Anggota DPR se-Provinsi Sulut

KORDINAT.ID – Fraksi Trisakti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengikuti Bimbingan …