KOTAMOBAGU– Upaya mengakhiri pertikaian antara warga Desa Poopo dan Kelurahan Upai kembali ditegaskan melalui deklarasi damai yang digelar di Balai Desa Poopo Selatan, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (30/9/2026).
Deklarasi tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar damai oleh perwakilan dari kedua wilayah yang sebelumnya terlibat konflik. Momentum ini menjadi bagian dari langkah bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memastikan kesepakatan perdamaian benar-benar diwujudkan dan dijaga bersama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib Sp.M, Bupati Bolmong Yusra Alhabsy SE, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, Kepala PN Kotamobagu Burhanudin SH MH, Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, Kasi Datun Kejari Kotamobagu Andika Esra Awoah SH MH, Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta, para asisten dan jajaran pimpinan OPD serta camat dan pemerintah desa dari kedua daerah.
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menegaskan bahwa masyarakat Poopo dan Upai pada dasarnya memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat dekat.
Menurutnya, kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari masyarakat yang telah lama hidup berdampingan dan bahkan memiliki hubungan layaknya saudara.
“Dua wilayah yang bertikai ini adalah bersaudara, sudah seperti kakak adik. Konflik ini kembali memanas karena media sosial memicu hal-hal negatif yang tidak kita inginkan bersama,” kata Weny.
Weny berharap momentum pertemuan tersebut benar-benar menjadi langkah terakhir dalam penyelesaian konflik antara kedua wilayah.
“Semoga kunjungan ini menjadi kunjungan terakhir untuk perdamaian,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban merupakan salah satu fondasi utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat masih berada dalam situasi konflik.
“Pembangunan tidak akan terwujud jika suatu daerah atau wilayah tidak kondusif keamanannya. Salah satu syarat pembangunan adalah daerah atau wilayah yang aman,” tegas Weny.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga kesepakatan yang telah dibangun dan tidak lagi membuka ruang bagi munculnya pertikaian baru.
“Jadi kami mohon, ini yang terakhir,” singkat Weny mengakhiri sambutannya.(tr-01)
KORDINAT | Akurat dan Presisi Akurat dan Presisi
